HomeLiputan Media180 Penulis dari 30 Negara Kumpul di Ubud Bali

180 Penulis dari 30 Negara Kumpul di Ubud Bali

Gianyar- Sedikitnya 180 penulis buku, cerpen, puisi dan aktivis dari 30 negara berkumpul di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2018, Gianyar, selama 24-28 Oktober 2018.

“Beberapa penulis dan aktivis yang memiliki nama besar seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti , pakar teroris internasional Sidney Jones, mantan Menlu Marty Natalegawa, Sapardi Djoko Damono, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid   -Yenny Wahid Bagir hadir dan menjadi narasumber di acara ini,” kata Ketut Suardana, pendiri yayasan Mudra Swari Saraswati, di Gianyar, Rabu.

Ketut Suardana, yang juga tokoh PSSI (persatuan sebak bola Indonesia) Bali itu mengatakan dalam jumpa pers UWRF 2018 yang dihadiri pula  Janet DeNeefe direktur pelaksana UWRF 2018, Norman Erikson Pasaribu, Hanif Kureishi, Reni Eddo Lodge, dan Avianti Armand.

Sayangnya, Ndaba Mandela cucu pejuang anti diskriminasi warna kulit dan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, membatalkan kedatangannya ke Ubud  menjelang acara ini dimulai, kata Janet DeNeefe, direktur pelaksana UWRF 2018, menambahkan.

UWRF yang sudah berjalan selama 15 tahun ini akan dihadiri pula penulis kondang lainnya seperti pemilik penerbit buku Mizan Haidar Bagir, Debra Yatim, Leila S Chudori, Dee Lestari, Djenar Maesa Ayu dan praktisi hukum Todung Mulya Lubis menjadi narasumber di UWRF 2018 ini.

Tak hanya menampilkan para penulis buku terkenal, UWRF 2018 ini akan memutar film-film terbaik diantaranya Charlie Chaplin in Bali, pengunjung akan disuguhkan film Marlina: Si Pembunuh Dalam Empat Babak.  Film-film menarik lainnya yang bakal diputar adalah “Love is Bird”, Laut Bercerita akan diputar film Sekala Niskala, ujat Janet DeNeefe.

UWRF yang memasuki pelaksanaan ke-15 tahun ini mengusung tema ‘Jagadhita’. Jagat artinya bumi dan “Hita” adalah keinginan akan kesejahteraan. Jagadhita adalah pencapaian kesejahteraan hidup yang diinginkan atas karma dari seseorang, keluarga, masyarakat, atau bangsa di muka bumi ini, tambah Ketut Suardana, ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati yang menaungi acara Ubud Writers and Readers Festival 2018 ini.

Antara

Previous post
Indonesia Sebarkan Informasi Sawit Lestari ke Publik Norwegia
Next post
Pikat Investor dan Importir Norwegia, KBRI Oslo Gelar Seminar Bisnis

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *